Kamu, kini mulai berubah.
Kalian semua mulai berubah.
Mama, selalu mengajarkan betapa penting nya mengerti, menghargai dan menghormati orang lain. Tapi mama lupa, bagaimana mama mengerti aku? Bukan kah seharus nya seorang ibu menjadi tempat paling nyaman untuk anak nya berkeluh kesah atas semua yang ia rasakan.
Ayah, yang sedari dulu memang tak kurasakan pengertian nya terhadapku. Aku memang terbiasa dengan segala sikap cuek dan acuh nya. Namun tetap saja, terkadang aku sangat merindukan belaian kasih, usapan lembut nya. Begitu mengharapkan nasihat-nasihat nya untuk menenangkan hatiku yang tengah merasa sakit.
Kamu gi, aku seperti mulai kehilangan kamu yang dulu.
Seperti Acuh, tak mau tau, dan tak mau mendengar.
Setelah dengan orangtuaku, aku ingin tinggal dan hidup bersama dengan kamu gi. Tapi apakah keyakinanku akan terus bertahan dengan keadaan kita yg seperti ini? Seperti orang orang di jajaran politik yang setiap harinya tidak pernah lepas dari debat dan bersitegang.
Entah aku yang lebay atau memang semua nya yang berubah perlahan. Tapi aku takut gi.
Lantas, sudah tidak adakah yang mau mendengar?
Jakarta, 03 Mei 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar