Rabu, 30 Mei 2018

Explore Cirebon Part#3

Wong Cerbon Jeh! 


Edisi Explore Cirebon part 3 ini akan membahas tentang pariwisata yang recommended bgt dikunjungi kalau kalian ke Cirebon..
Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Kota ini memiliki julukan sebagai kota udang, kota petis dan juga kota wali.
Cirebon menjadi salah satu kota tua yang sarat akan kisah sejarah dengan nuansa religi yang begitu kental. Dimana wilayah ini merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam oleh para sunan pada masa lampau.

Dengan berbagai keistimewaannya, potensi wisata Cirebon pun semakin beragam. Mulai dari wisata alam yang mempesona, wisata religi, wisata sejarah dan budaya serta wisata edukasi yang sangat bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan.

Dengan banyaknya destinasi wisata Cirebon yang bisa dikunjungi, para wisatawan bisa lebih leluasa untuk menghabiskan waktu liburannya di kota yang banyak memiliki peninggalan sejarah ini.
Tidak perlu panjang lebar, berikut ini adalah tempat wisata paling hits di Cirebon yang sangat rekomended untuk dikunjungi

1. Bukit Gronggong

Spot wisata dengan mengeksplore eksotisme perbukitan memang sedang hits di berbagai daerah.  Salah satunya adalah wisata alam bernuansa romantis di Bukit Gronggong Cirebon. Dari atas ketinggian bukit, kamu akan dimanjakan dengan landscape perbukitan yang begitu indah dan asri menyejukkan mata.

Suasana akan berubah lebih romantis ketika malam tiba dengan hiasan lampu kota yang berkerlip.
Di bukit ini juga terdapat tempat makan dengan konsep outdoor yang akan menambah romantisme liburanmu bersama pasangan.
Buat kamu yang datang rame-rame bareng keluarga, tidak perlu khawatir pulang kemalaman.  Karena di kawasan ini juga terdapat beberapa penginapan sehingga kamu dan keluarga bisa menginap dan menikmati suasana alam yang berbeda.

Lokasi: Patapan, Beber, Cirebon, Jawa Barat.


2. Taman Sari Goa Sunyaragi

Objek wisata Cirebon ini merupakan situs cagar alam yang memiliki luas kurang lebih 15 hektare.
Pada zaman dahulu lokasi ini digunakan sebagai tempat untuk bermeditasi ataupun olah kanuragan bagi para pembesar kerajaan dan prajurit keraton.

Taman air dengan pemandangan alam yang mempesona ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat liburan ke Cirebon.
Apalagi beredar mitos yang menyebutkan bahwa siapapun yang datang ke tempat ini akan mendapatkan jodohnya.
Karena hal ini, objek wisata ini selalu hits dikunjungi oleh wisatawan terutama para remaja yang gemar hunting foto.
Tentu saja bagi pengunjung yang masih single ya!

Lokasi: Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.


3. Cirebon Waterland Ade Irma Suryani

Objek wisata ini termasuk destinasi hits dan paling favorit dikunjungi oleh wisatawan. Hanya dengan biaya tiket masuk sebesar Rp 50.000 pada hari biasa dan Rp 65.000 di akhir pekan atau hari libur, kamu bisa lebih lanjut mengeksplore beberapa permainan seru.

Luas waterland ini sekitar 3 hektare dengan 3 kolam utama dan kedalaman air berbeda, termasuk kolam Olympic sedalam 1,5 meter untuk dewasa.
Adanya fasilitas berupa playground, restoran dengan sajian menu yang lezat serta cottage dengan pemandangan menawan semakin menambah daya tarik destinasi ini.

Lokasi: Jl. Yos Sudarso No. 1 Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat.


4. Plangon

Plangon bisa memiliki makna tempat untuk menenangkan diri, bisa dikatakan obyek wisata ini sejalan dengan namanya.

Suasana alam yang asri dengan udara yang begitu segar identik dengan tempat ini, sangat cocok untuk sejenak menenangkan diri dari rutinitas yang melelahkan.
Plangon bukan hanya tempat wisata yang menawarkan ketenangan saja, juga identik dengan keberadaan kawanan kera liar yang bisa menjadi hiburan unik.
Tidak heran jika taman ini juga sering disebut dengan nama Taman Kera.

Selain itu, terdapat dua makam yang cukup disakralkan oleh masyarakat, yaitu makam Pangeran Kejaksan dan makam Pangeran Panjunan.
Inilah alasan mengapa setiap tanggal 2 Syawal, lokasi makam ini selalu ramai dkunjungi oleh peziarah dari berbagai tempat.

Lokasi: Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Cirebon.


5. Kampung Batik Trusmi

Sesuai dengan namanya, kampung ini memang sangat identik dengan batik. Dimana lebih dari tiga ribu orang menggantungkan hidupnya sebagai pembuat dan penjual batik.
Kemampuan membatik warga di kampung ini tidak terlepas dari peran salah satu murid Sunan Gunung Jati yang bernama Ki Gede Trusmi yang telah mengajari penduduk untuk membatik.

Ketika kamu berwisata ke kampung batik ini, kamu bisa membeli kain batik dengan berbagai jenis motif yang indah.
Selain belanja kain batik dengan harga yang cukup bersahabat, kamu juga bisa belajar membatik di tempat ini.  Karena beberapa toko batik menyediakan fasilitas workshop membatik bagi pengunjung.

Di kampung batik ini kamu bisa menikmati suasana kampung yang begitu kental sehingga perjalanan wisatamu di Kota Cirebon akan semakin berkesan.
Jangan lupa untuk mengabadikan momen seru liburanmu di spot wisata heritage yang satu ini.

Lokasi: Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Cirebon.


6. Pantai Kejawanan

Pantai Kejawanan bisa menjadi pilihan terbaikmu untuk berburu sunset nan eksotis. Suasana pantai yang bikin rileks akan memanjakanmu dengan panorama alam di sekitar pantai yang begitu memukau.
Dengan latar belakang Gunung Ciremai yang berdiri kokoh, momen liburanmu di pantai ini akan semakin tak terlupakan.

Jangan lewatkan untuk mengabadikan setiap momen liburanmu di pantai ini agar perjalanan wisatamu di Cirebon semakin lengkap.
Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari Cirebon Waterland memungkinkan kamu untuk singgah ke pantai ini setelah puas bermain air di Cirebon Waterland.

Dari liburan seru bisa sejenak menikmati ketenangan di Pantai Kejawanan. Jika masih belum puas menikmati keindahan di bibir pantai, jangan ragu untuk menyewa perahu nelayan yang tengah bersandar.

Lokasi: Pegambiran, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.


7. Wisata Kura-kura Belawa

Berwisata sembari belajar tentang satwa khususnya kura-kura bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi Pusat Observasi Kura-kura Belawa yang bernama Cikuya.
Kura-kura yang hidup di air tawar pegunungan ini bisa mencapai usia 150 tahun. Sementara lebar cangkangnya bisa mencapai 1 meter dengan berat hingga 80 kg.

Berwisata ke tempat ini akan memberikan pengalaman liburan yang berbeda, bukan hanya sekedar jalan-jalan tetapi juga sarat akan muatan edukasi yang mendidik.
Kita akan diajak untuk lebih mencintai alam, termasuk satwa langka seperti kura-kura Belawa yang sudah hampir punah.

Sembari mengamati kura-kura Belawa kamu juga bisa menikmati keindahan.alam di sekitarnya yang masih sangat asri untuk momen liburan yang lebih santai.

Lokasi: Belawa, Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat.


8. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton ini sudah dibangun sejak tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mohammad Arifin yang merupakan cicit Sunan Gunung jati dengan nama Keraton Pakungwati.
Nama keraton mengalami perubahan setelah kesultanan Cirebon dibagi menjadi dua dan akhirnya berubah menjadi Keraton Kasepuhan dibawah kepemimpinan Pangeran Mertawijaya yang bergelar Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.

Di tempat bersejarah ini, kamu bisa mendapati berbagai benda kuno, seperti rebana peninggalan Sunan Kalijaga,  gamelan Degung yang dibuat pada tahun 1426, lukisan antik Prabu Siliwangi, kereta kuda, meriam mini dan benda bernilai sejarah lainnya hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Kasepuhan No. 43 Desa Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat.


9. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman dibangun sejak tahun 1678 oleh Pangeran Muhammad Badridin yang bergelar Sultan Anom I, dan hingga kini masih digunakan sebagai tempat tinggal Sultan XII, Raja Muhammad Emirusin.

Di tempat ini ada beberapa benda peninggalan sejarah yang bisa kamu saksikan, mulai dari kereta kencana Paksi Naga Liman yang sangat bersejarah, kereta Jempana yang digunakan oleh Sunan Gunung Jati, serta benda-benda pusaka milik keraton dengan usia yang sudah ratusan tahun.

Lokasi: Jl. Winaon Kampung Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon.


10. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid yang dibangun sekitar tahun 1480 ini konon didesign oleh Sunan Kalijaga yang dibantu Raden Sepat, sorang arsitek dari Kerajaan Majapahit.
Bentuk masjid begitu kental dengan unsur Jawa, dimana pada bagian atapnya berbentuk limasan tanpa adanya menara.

Bangunan ini juga penuh dengan makna filosofi, dimana terdapat 9 pintu sebelum ruangan utama yang diyakini merupakan simbol dari jumlah wali yang ada 9 orang.
Sementara keberadaan pintu yang cukup pendek mengharuskan pengunjung untuk membungkuk ketika melewatinya. Hal ini pun memiliki makna tersendiri dimana siapapun harus menghormati masjid ini sebagai rumah Allah.

Lokasi: Jl. Jagasatu, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon.


11. Keraton Kacirebonan

Plesiran ke Cirebon tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Keraton Kacirebonan.
Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah, keraton yang dibangun oleh Sultan Cirebon I pada tahun 1800 ini menyimpan berbagai macam koleksi benda bersejarah yang menarik untuk dipelajari.

Bangunan keraton pun terlihat artistik dengan paduan gaya tradisional, China dan juga Belanda yang cukup harmonis.
Di tempat bersejarah ini kamu bisa menyaksikan benda-benda bersejarah yang cukup lengkap.  Mulai dari benda-benda pusaka seperti keris, hingga koleksi wayang kulit, peralatan perang, gamelan dll.

Sebagai salah satu tempat yang bersejarah dan identik dengan unsur kebudayaan, Keraton Kacirebonan juga masih melestarikan beberapa tradisi yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam.
Salah satu contoh upacara adat yang masih diselenggarakan adalah Upacara Pajang Jimat.

Lokasi: Jl. Pulasaren, Desa Pekalipan, Kecamatan Pulasaren, Cirebon.


12. Ziarah ke makam Sunan Gunung Jati

Selain menyambangi beberapa destinasi wisata alam, kamu juga bisa sekalian berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
Makam Sunan yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Selain berziarah, kamu bisa menikmati keindahan arsitektur bangunannya yang unik dengan memadukan unsur Jawa, Arab dan juga China secara harmonis.

Lokasi: Jl. Sunan Gunung Jati, Desa Gunung Jati, Kecamatan Astana, Cirebon.


Menikmati waktu liburan di Cirebon tidak hanya terbatas pada beberapa destinasi yang telah disebutkan di atas. Karena masih banyak destinasi wisata Cirebon yang bisa dikunjungi. Yuk wisata ke Cirebon, dijamin pasti seruuuuu

Minggu, 20 Mei 2018

Explore Cirebon #Part 2


Wong Cerbon Jeh !


Explore Cirebon Part 2 kali ini akan membahas tentang wisata kuliner Cirebon, yang pastinya bikin ngiler.......... Lapeeerrrrrrr............
Kuliner khas Cirebon sangat beragam. Sebut saja empal gentong atau nasi jamblang yang sudah terkenal ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Tak salah jika dua makanan khas Cirebon ini cukup mudah untuk didapatkan di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Namun, sebenarnya masih banyak kuliner Cirebon yang tak kalah enak dan juga dengan harga yang murah. Terlebih beberapa kuliner Cirebon sangat unik karena lokasinya yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Perpaduan dua budaya yang berbeda tentu bisa dirasakan lewat kuliner khas Cirebon yang terkenal nikmat.

1. Empal Gentong
Empal gentong dijajakan dengan menggunakan kuali dari tanah liat. Aromanya sangat berbeda karena dipanaskan dengan menggunakan kayu bakar. Potongan daging dengan beberapa jeroan sapi ini direbus dengan bumbu rempah khas di dalam gentong. Setelah meresap, daging dikeluarkan untuk kembali dihidangkan saat ada pesanan. Gurih sedikit pedas rempah adalah rasa umum dari kuah hangat empal gentong khas Cirebon ini. Dengan bawang goreng dan irisan daun kucai sebagai pelengkap hidangannya. Siapa pun yang mencium wangi kuah hangatnya akan tergoda. Terlebih dagingnya yang empuk dengan bumbu yang meresap.



2. Nasi Lengko
Nasi lengko merupakan hidangan dengan bahan nasi hangat diberi potongan tahu, tempe, mentimun cacah, dan tauge rebus. Lalu disiram saus kacang tauco yang khas, membuatnya makin nikmat.
Lengko yang nikmat, menggunakan tahu dan tempe yang tidak terlalu matang kering. Masih kenyal dan dihidangkan selagi panas. Sebagai pelengkap ada irisan daun kucai, kecap, dan taburan bawang goreng. Nasi lengko ini bisa ditemukan dan dicoba di berbagai gerai empal gentong yang banyak tersebar di Cirebon



3. Docang
Docang merupakan makanan khas Cirebon yang juga cukup populer di Bogor, Jawa Barat. Docang hampir mirip-mirip dengan kupat tahu Singaparna, Garut. Isian docang biasanya berupa lontong, tauge, parutan kelapa ditambah dengan daun singkong dan taburan kerupuk. Salah satu ciri khas docang adalah siraman kuah panas, sambal docang dan tempe bungkil atau oncomnya.
Nah, penasaran seperti apa rasanya? Kuliner khas Cirebon ini dijamin memberikan rasa gurih dari kuah, rasa segar dari rempah dan tentu saja rasa pedas yang menantang dari sambalnya. Efeknya bisa bikin meler-meler hilang setelah menikmati docang panas.
Docang bisa disantap sebagai menu sarapan ataupun menu makan siang. Pastinya jangan datang terlambat, karena makanan khas Cirebon yang satu ini memang jadi makanan favorit saat akhir pekan. Harganya sektiar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per porsinya.


4. Empal Asam
Berbeda dengan "kakak"nya empal gentong yang berkuah kuning, dengan menggunakan santan dan rempah, empal asam justru berkuah bening, dengan bahan utamanya kaldu, dan belimbing wuluh.
Berbeda dengan empal gentong, hidangan ini disebut empal asem, yang juga merupakan kuliner khas Cirebon. Rasa asam yang khas dihasilkan dari belimbing wuluh. Menyantapnya dalam kondisi hangat amat menyegarkan, dengan rasa asam yang pas dan enak di mulut.
Empal ini juga sering disebut empal dengan kolesterol rendah. Makanan ini bisa mencobanya di 
berbagai gerai empal gentong besar, seperti di sepanjang Jalan Raya Plered.



5. Nasi Jamblang
Kuliner ini pun tak kalah tenar, karena cukup mudah didapat di Cirebon. Mulai kalangan elit hingga kalangan bawah bisa mencoba nasi jamblang. Nasi ini juga dijual mulai di tenda pinggir jalan hingga di hotel-hotel berbintang, Cirebon.
Tak lengkap rasanya jika wisata ke Cirebon tanpa mencicipi kuliner khas Cirebon yang satu ini. Nasi Jamblang punya ciri khas dengan bungkus daun jati. Berbeda dengan nasi liwet asal Sunda yang dibungkus dengan daun pisang.
Nasi Jamblang awalnya dikenal dari Desa Jampang, Kabupaten Cirebon. Karena unik dan juga murah, nasi jamblang akhinya mulau populer dijajakan di wilayah lain di Cirebon.
Penikmat kuliner biasannya disodorkan dengan beberapa pilihan lauk seperti ikan asin, sate kentang, perkedel, tahu sayur, tempe, aneka pepes, ayam goreng dan lauk yang paling khas seperti tumis cumi hitam dan paru goreng yang renyah dan gurih. Rasanya sudah pasti bakal bikin ketagihan dan bikin nambah.



6. Tahu Gejrot
Dari Mana Asal Nama Tahu Gejrot?
Tahu gejrot rupanya muncul sejak sebelum Indonesia merdeka dan dimulai dari pabrik-pabrik milik warga keturunan China. Kuliner khas Cirebon ini sudah sangat populer di Jakarta. Beberapa pedagang malah menjajakan dengan menggunakan sepeda sambil berkeliling.
Di bagian belakang gerobaknya tersaji tahu-tahu yang sudah digoreng. Cara penyajiannya cukup unik karena biasanya disajikan dengan menggunakan cobek kecil berbahan tanah liat. Pedagangnya biasanya langsung mengulek bumbu kuah tahu gejrot yang memiliki rasa asam, manis, pedas dan sedikit rasa gurih. Tahu pong atau tahu kosong dipotong-potong kecil, lalu dibanjur kuah cuka dengan kombinasi rasa asam manis pedas. Wisatawan bisa mudah mendapatkannya di berbagai sentra oleh-oleh khas Cirebon. Seperti di Plered, sentra batik Trusmi, dan yang lainnya.



waahhhhh gimana, udah laper belum?
Selain kaya akan budaya, Cirebon juga memiliki makanan khas yang beragam dengan citarasa gak kalah dengan makanan hotel bintang lima. Jadi gimana, yakin gak mau mampir ke Cirebon?



Kamis, 10 Mei 2018

Explore Cirebon #Part 1

wong Cerbon Jeh !



Cirebon adalah kota kelahiran saya. Tempat saya tumbuh dan berkembang, pertama kali mengenyam pendidikan, sebelum akhirnya hijarah ke ibukota menempuh pedidikan di tingkat universitas. Cirebon kota dengan sejuta cinta dan cerita.

Cirebon terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, maka tak heran sebagai kota yang letaknya strategis diantara kedua provinsi tersebut, Cirebon sering disinggahi oleh banyak orang yang akan bepergian di kedua provinsi tersebut

Cirebon merupakan salah satu kota yang tidak terlalu besar di Jawa Barat. Luas kota Cirebon hanya 37,54 km2. Cirebon merupakan daerah strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Lokasinya yang ada di wilayah pantai menjadikan Cirebon memiliki wilayah daratan yang lebih luas daripada wiayah perbukitan.



Cirebon juga dikenal dengan sebutan kota udang dan kota wali. Kenapa disebut kota udang? Karena udang adalah salah satu hasil perikanan terbesar di Cirebon. Kemudian kenapa Cirebon disebut kota wali? Karena pada zaman dulu Cirebon menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam oleh salah satu wali songo yaitu Syarif Hidayatullah atau yang kita kenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Selain kota udang dan kota wali, Cirebon juga disebut dengan kota Grage yang artinya dalam bahasa Jawa Cirebon adalah kerajaan yang sangat luas.

Nama Cirebon sendiri berasal dari kata caruban yang dalam bahasa sunda berarti campuran. Nama tersebut merupakan penggambaran Cirebon yang terdiri dari berbagai suku dan budaya yang bercampur menjadi satu. Cirebon terdiri dari campuran suku dan budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan Arab. Inilah alasan kenapa keturunan orang Cirebon biasanya unik-unik, ada yang halus, keras, sipit, pesek, mancung, dll. Kata Cirebon sendiri dapat ditelusuri lewat bahasanya yaitu Ci dan Rebon. Ci dalam bahasa Sunda berarti air, sedangkan rebon dalam bahasa Jawa berarti udang kecil bahan pembuat terasi. 

Walaupun secara administratif Cirebon terletak di Jawa Barat, tapi Cirebon berbeda dari kebanyakan kota lainnya yang ada di Jawa Barat. Biasanya kota lain di Jawa Barat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sunda, sedangkan Cirebon mempunyai bahasa sendiri yaitu bahasa jawa Cerbon. Bahasa jawa cerbon ini berbeda dengan bahasa jawa pada umumnya. Bahasa tersebut digunakan sebagian besar masyarakatnya dalam melakukan komunikasi sehari-hari. Sedangkan sebagian kecil masyarakat lainnya berkomunikasi menggunkan bahasa Sunda, termasuk saya. hal tersebut disebabkan karena daerah tempat saya tinggal yaitu Cirebon Selatan berbatasan langsung dengan Kota Kuningan. Sehingga secara tidak langsung kultur dan bahasa lebih dominan ke arah Sunda. Tapi bukan berarti saya tidak mengerti bahasa jawa cerbon. Tentu saja saya mengerti dan faham ketika ada yang berkomunikasi menggunakan bahasa jawa cerbon, akan tetapi memang untuk pengucapannya sedikit kagok dan kaku. Karena memang dalam keseharian saya menggunakan full bahasa Sunda. Jadi kalau ada yang bertanya saya ini orang Jawa atau Sunda, saya sendiri bingung menjawabnya.

Menurut kalian saya ini orang Jawa atau Sunda? Loh
Hahahaa tolong bantu jawab yaaaa..... 

Di postingan selanjutnya akan membahas lebih lanjut tentang kuliner dan pariwisata apa aja sih yang ada di Cirebon????