Sabtu, 30 Juni 2018

Uniknya Masjid Agung Cirebon

Wong Cerbon Jeh! 


Musim liburan belum selesai, salah satu destinasi wisata religi yg wajib banget di kunjungi kalau berkunjung ke Cirebon, yaitu Masjid Agung Cirebon yang dalam kepercayaan orang Cirebon dibangun dalam semalam.

Banyak kisah masjid agung di Indonesia yang konon dibangun dalam semalam. Namun Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon, mungkin memang dibangun dalam semalam. Lihat saja langsung, siapa tahu Anda pun percaya.

Sejarah mencatat, masjid ini dibangun pada tahun 1489. Arsitekturnya mirip dengan Masjid Agung Demak. Maklum saja, Cirebon memang salah satu kota wali dan pusat penyebaran agama Islam.

Masjid Agung Kasepuhan, itulah nama lain masjid ini karena dekat dengan Keraton Kasepuhan. Sore itu yang berangin membuat suasana di masjid semakin nyaman. Masjid agung ini memiliki banyak keunikan. Masjid ini dibangun tanpa menara, beratap limas dan tanpa hiasan di ujungnya, entah itu bulan sabit atau hiasan atap khas Jawa yang disebut memolo. Konon, hiasan di atap Masjid Agung Kasepuhan berpindah ke atap Masjid Agung Banten.

Setelah masuk dari gerbang, wisatawan bisa melihat masjid ini memiliki bangunan utama dari bata dan berdinding merah, dengan perluasan teras ke segala sisinya. Atap di bagian pelataran dibuat cukup rendah seperti rumah Joglo. Ada tempat berwudhu tradisional berupa bak bulat dan kendi besar berisi air.

Fitur unik masjid ini adalah pintu masuk ke bangunan utamanya yang teramat kecil. Orang dewasa harus membungkuk masuk. Rupanya, pintu ini mengandung filosofi penghormatan (membungkuk) untuk masuk ke masjid yang menjadi rumah Allah.

Di dalam ruangan utama banyak tiang-tiang kayu yang ditopang dengan konstruksi besi modern sebagai upaya konservasi bangunan bersejarah. Di atas dinding bata, berjejerlah kaligrafi lukisan kaca dengan aneka ayat-ayat Al Quran. Lukisan kaca memang salah satu seni lukis khas Cirebon.

Mimbar salat Jumat berupa singgasana kayu yang antik. Tempat imam salat berupa batu putih dengan ornamen bunga teratai, dekorasinya seperti akulturasi dengan budaya Hindu. Pada saf pertama dan saf terakhir masing-masing memiliki sekat berdinding kayu berukuran 2x2 meter untuk tempat salat keluarga keraton.

Yang paling menakjubkan dari masjid ini adalah kisah pembangunannya yang hanya memakan waktu semalam. Semua warga Cirebon mengenal kisah ini dan tertuang pula dalam buku sejarah Babad Tanah Cirebon. Sunan Kalijaga yang menjadi arsiteknya memimpin pembangunan masjid sejak maghrib sampai subuh datang menjelang.

Mustahil? Tidak juga. Jika melihat sejarahnya, yang pertama dibangun adalah bangunan utamanya dengan tiang-tiang besar yang disetel dengan pasak, tanpa paku.

Satu lagi keunikan masjid ini adalah tradisi Adzan Pitu atau Adzan Tujuh pada Salat Jumat. Adzan Salat Jumat di masjid ini dilantunkan oleh tujuh orang sekaligus. Jangan lewatkan adzan keren ini, kalau berwisata ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa!
Sekalian mampir ke rumah juga boleh 😄

Sabtu, 23 Juni 2018

Singa Barong, Kereta Kencana Tercantik d Dunia

Wong Cerbon Jeh! 



Ada banyak benda dan bangunan sejarah nan penuh makna di Cirebon. Sebagai warisan budaya tentu kita wajib mengenal dan melestarikannya, salah satunya adalah sebuah kereta kencan milik Keraton Kasepuhan bernama kereta singa barong. Kereta Singa Barong dibuat pada abad ke-15 oleh cucu dari Sunan Gunung Jati sebagai tanda persahabatan. Yap, Keraton Cirebon terutama Keraton Kasepuhan memiliki hubungan baik dengan bangsa-bangsa lain, di antaranya India, negeri Cina dan Mesir.

Kereta Singa Barong dibuat sebagai salah satu simbol yang mengakrabkan keempatnya. Singa Barong menjadi bukti percampuran budaya lokal dan manca negara. Kini, kereta tersebut berada di Museum Singa Barong yang lokasinya tepat di dalam Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat.

Lambang persahabatan
Kereta cantik ini memiliki bentuk yang unik. Ada kepala naga dengan belalai gajah, dan sebuah sayap pada badan naga tersebut, sementara ketika keluarga kerajaan menaikinya, konon kereta Singa Barong harus ditarik oleh 4 ekor kerbau putih.

Kepala naga merupakan lambang negeri Cina, belalai gajah merupakan perlambang bangsa Hindu di India, sebab sebelum masuknya Islam ke tanah Jawa, tanah Cirebon dikuasai oleh penganut agama Hindu, sedangan sayap dan badan buroq merupakan perlambang negara Mesir.

Pada bagian belalai naga, terdapat sebuah trisula. Trisula ini melambangkan rasa, cipta, serta karsa manusia. Selain itu, terdapat lapisan serbuk emas dan intan pada tubuh kereta sehingga menjadikannya lebih indah ketika dipandang.

Konon, Kereta Singa Barong memiliki keunikan lain. Selain kecantikannya, kereta ini memiliki roda yang tak kalah hebat. Rodanya bisa berputar 90 derajat sehingga lebih gampang untuk berbelok ke berbagai arah.

Kereta singa barong ini juga telah diakui dunia loh teman-teman UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai organisasi pendidikan dan kebudayaan dari PBB telah menetapkan kereta Singa Barong sebagai salah satu kereta kencana paling cantik serta unik di dunia, dan itu ada di Cirebon, yap tanah kelahiranku.

Libur lebaran kali ini aku gunakan untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Cerbon. Sambil menyelam minum air, liburan sekalian belajar sejarah asyik juga.
Jadi kapan kamu menemaniku berjelajah di Cirebon?

Jumat, 22 Juni 2018

Ikan Dewa dan 7 Sumur Kramat Kuningan Jawa Barat

Yuk Mampir ke Kuningan! 




Di masa liburan hari raya idul fitri tahun ini, banyak para wisatawan memburu tempat-tempat rekreasi dan bersejarah di berbagai tempat dan lokasi di seluruh Indonesia dan salah satunya berada di Kota Kuningan Jawa Barat yaitu tepatnya di Cibulan Kabupaten Kuningan.

Nama tempat Objek wisata disini adalah Cibulan, Tempat ini mempunyai keistimewaan tersendiri karena terdapat tempat pemandian atau kolam pemandian air dingin, yang menjadi istimewa adalah kita dapat berenang denga ikan-ikan di dalamnya, ikan ini di sebut sebagi ikan keramat atau ikan Dewa, yang umumnya masyarakat mengetahui sebagai ikan Kancra Putih.

Ikan dewa adalah sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitar wilayah Desa Manis Kidul dan sekitarnya. Bahkan di sekitar wilayah Kuningan, ikan ini dipercaya sebagai ikan istimewa yang membawa berkah bagi siapa pun yang dapat menyentuhnya.

Menurut cerita yang berkembang ikan dewa yang ada di Kolam Cibulan ini konon dulunya adalah Pasukan prajurit keng membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Singkat cerita, prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dihukum dan di kutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan.

Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah ke mana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula.

Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini karena ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapat kemalangan.

Sumur Keramat 7

Selain Ikan Dewa terdapat juga situs peninggalan bersejarah dari Cerita Kejayaan Prabu siliwangi Raja Pajajaran.
Kramat 7 adalah Mata Air yang berjumlah 7 buah, Tujuh mata air ini berbentuk kolam kecil yang masing-masing mempunyai nama tersendiri, yaitu Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, dan Sumur Keselamatan. Di antara ketujuh sumur itu, konon ada salah satu sumur yang berisi kepiting emas, yaitu Sumur Cirancana.

Apabila ada orang yang sedang mujur dan dapat melihat wujud dari kepiting emas itu maka segala keinginannya akan terkabul. Tujuh mata air itu terletak mengelilingi sebuah petilasan yang konon juga merupakan petilasan Prabu Siliwangi ketika beristirahat sekembalinya dari Perang Bubat.

Selain itu, tempat itu dijadikan sebagai tempat tapa brata Prabu Siliwangi. Petilasan ini berupa susunan batu seperti menhir dan dua patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Pajajaran). Tujuh sumur dan petilasan Prabu Siliwangi ini sering dikunjungi orang untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah.

Selain itu mereka sering membawa air dari tujuh sumur dengan jeriken yang disediakan penjaga (dibeli). Mereka percaya bahwa air di tempat itu akan membawa berkah dan dapat mengabulkan permohonan bagi mereka yang meyakininya.

Diluar kepercayaan dan keyakinan bagi para pengunjung, situs ini menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar juga sebagai pengetahuan tentang sejarah masa lampau dari sejarah besar sang Prabu Siliwangi sang Raja Pajajaran. wallahualam bisawab.

Kalau kamu libur lebaran ini sudah liburan kemana? 😊

Rabu, 30 Mei 2018

Explore Cirebon Part#3

Wong Cerbon Jeh! 


Edisi Explore Cirebon part 3 ini akan membahas tentang pariwisata yang recommended bgt dikunjungi kalau kalian ke Cirebon..
Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Kota ini memiliki julukan sebagai kota udang, kota petis dan juga kota wali.
Cirebon menjadi salah satu kota tua yang sarat akan kisah sejarah dengan nuansa religi yang begitu kental. Dimana wilayah ini merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam oleh para sunan pada masa lampau.

Dengan berbagai keistimewaannya, potensi wisata Cirebon pun semakin beragam. Mulai dari wisata alam yang mempesona, wisata religi, wisata sejarah dan budaya serta wisata edukasi yang sangat bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan.

Dengan banyaknya destinasi wisata Cirebon yang bisa dikunjungi, para wisatawan bisa lebih leluasa untuk menghabiskan waktu liburannya di kota yang banyak memiliki peninggalan sejarah ini.
Tidak perlu panjang lebar, berikut ini adalah tempat wisata paling hits di Cirebon yang sangat rekomended untuk dikunjungi

1. Bukit Gronggong

Spot wisata dengan mengeksplore eksotisme perbukitan memang sedang hits di berbagai daerah.  Salah satunya adalah wisata alam bernuansa romantis di Bukit Gronggong Cirebon. Dari atas ketinggian bukit, kamu akan dimanjakan dengan landscape perbukitan yang begitu indah dan asri menyejukkan mata.

Suasana akan berubah lebih romantis ketika malam tiba dengan hiasan lampu kota yang berkerlip.
Di bukit ini juga terdapat tempat makan dengan konsep outdoor yang akan menambah romantisme liburanmu bersama pasangan.
Buat kamu yang datang rame-rame bareng keluarga, tidak perlu khawatir pulang kemalaman.  Karena di kawasan ini juga terdapat beberapa penginapan sehingga kamu dan keluarga bisa menginap dan menikmati suasana alam yang berbeda.

Lokasi: Patapan, Beber, Cirebon, Jawa Barat.


2. Taman Sari Goa Sunyaragi

Objek wisata Cirebon ini merupakan situs cagar alam yang memiliki luas kurang lebih 15 hektare.
Pada zaman dahulu lokasi ini digunakan sebagai tempat untuk bermeditasi ataupun olah kanuragan bagi para pembesar kerajaan dan prajurit keraton.

Taman air dengan pemandangan alam yang mempesona ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat liburan ke Cirebon.
Apalagi beredar mitos yang menyebutkan bahwa siapapun yang datang ke tempat ini akan mendapatkan jodohnya.
Karena hal ini, objek wisata ini selalu hits dikunjungi oleh wisatawan terutama para remaja yang gemar hunting foto.
Tentu saja bagi pengunjung yang masih single ya!

Lokasi: Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.


3. Cirebon Waterland Ade Irma Suryani

Objek wisata ini termasuk destinasi hits dan paling favorit dikunjungi oleh wisatawan. Hanya dengan biaya tiket masuk sebesar Rp 50.000 pada hari biasa dan Rp 65.000 di akhir pekan atau hari libur, kamu bisa lebih lanjut mengeksplore beberapa permainan seru.

Luas waterland ini sekitar 3 hektare dengan 3 kolam utama dan kedalaman air berbeda, termasuk kolam Olympic sedalam 1,5 meter untuk dewasa.
Adanya fasilitas berupa playground, restoran dengan sajian menu yang lezat serta cottage dengan pemandangan menawan semakin menambah daya tarik destinasi ini.

Lokasi: Jl. Yos Sudarso No. 1 Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat.


4. Plangon

Plangon bisa memiliki makna tempat untuk menenangkan diri, bisa dikatakan obyek wisata ini sejalan dengan namanya.

Suasana alam yang asri dengan udara yang begitu segar identik dengan tempat ini, sangat cocok untuk sejenak menenangkan diri dari rutinitas yang melelahkan.
Plangon bukan hanya tempat wisata yang menawarkan ketenangan saja, juga identik dengan keberadaan kawanan kera liar yang bisa menjadi hiburan unik.
Tidak heran jika taman ini juga sering disebut dengan nama Taman Kera.

Selain itu, terdapat dua makam yang cukup disakralkan oleh masyarakat, yaitu makam Pangeran Kejaksan dan makam Pangeran Panjunan.
Inilah alasan mengapa setiap tanggal 2 Syawal, lokasi makam ini selalu ramai dkunjungi oleh peziarah dari berbagai tempat.

Lokasi: Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Cirebon.


5. Kampung Batik Trusmi

Sesuai dengan namanya, kampung ini memang sangat identik dengan batik. Dimana lebih dari tiga ribu orang menggantungkan hidupnya sebagai pembuat dan penjual batik.
Kemampuan membatik warga di kampung ini tidak terlepas dari peran salah satu murid Sunan Gunung Jati yang bernama Ki Gede Trusmi yang telah mengajari penduduk untuk membatik.

Ketika kamu berwisata ke kampung batik ini, kamu bisa membeli kain batik dengan berbagai jenis motif yang indah.
Selain belanja kain batik dengan harga yang cukup bersahabat, kamu juga bisa belajar membatik di tempat ini.  Karena beberapa toko batik menyediakan fasilitas workshop membatik bagi pengunjung.

Di kampung batik ini kamu bisa menikmati suasana kampung yang begitu kental sehingga perjalanan wisatamu di Kota Cirebon akan semakin berkesan.
Jangan lupa untuk mengabadikan momen seru liburanmu di spot wisata heritage yang satu ini.

Lokasi: Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Cirebon.


6. Pantai Kejawanan

Pantai Kejawanan bisa menjadi pilihan terbaikmu untuk berburu sunset nan eksotis. Suasana pantai yang bikin rileks akan memanjakanmu dengan panorama alam di sekitar pantai yang begitu memukau.
Dengan latar belakang Gunung Ciremai yang berdiri kokoh, momen liburanmu di pantai ini akan semakin tak terlupakan.

Jangan lewatkan untuk mengabadikan setiap momen liburanmu di pantai ini agar perjalanan wisatamu di Cirebon semakin lengkap.
Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari Cirebon Waterland memungkinkan kamu untuk singgah ke pantai ini setelah puas bermain air di Cirebon Waterland.

Dari liburan seru bisa sejenak menikmati ketenangan di Pantai Kejawanan. Jika masih belum puas menikmati keindahan di bibir pantai, jangan ragu untuk menyewa perahu nelayan yang tengah bersandar.

Lokasi: Pegambiran, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.


7. Wisata Kura-kura Belawa

Berwisata sembari belajar tentang satwa khususnya kura-kura bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi Pusat Observasi Kura-kura Belawa yang bernama Cikuya.
Kura-kura yang hidup di air tawar pegunungan ini bisa mencapai usia 150 tahun. Sementara lebar cangkangnya bisa mencapai 1 meter dengan berat hingga 80 kg.

Berwisata ke tempat ini akan memberikan pengalaman liburan yang berbeda, bukan hanya sekedar jalan-jalan tetapi juga sarat akan muatan edukasi yang mendidik.
Kita akan diajak untuk lebih mencintai alam, termasuk satwa langka seperti kura-kura Belawa yang sudah hampir punah.

Sembari mengamati kura-kura Belawa kamu juga bisa menikmati keindahan.alam di sekitarnya yang masih sangat asri untuk momen liburan yang lebih santai.

Lokasi: Belawa, Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat.


8. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton ini sudah dibangun sejak tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mohammad Arifin yang merupakan cicit Sunan Gunung jati dengan nama Keraton Pakungwati.
Nama keraton mengalami perubahan setelah kesultanan Cirebon dibagi menjadi dua dan akhirnya berubah menjadi Keraton Kasepuhan dibawah kepemimpinan Pangeran Mertawijaya yang bergelar Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.

Di tempat bersejarah ini, kamu bisa mendapati berbagai benda kuno, seperti rebana peninggalan Sunan Kalijaga,  gamelan Degung yang dibuat pada tahun 1426, lukisan antik Prabu Siliwangi, kereta kuda, meriam mini dan benda bernilai sejarah lainnya hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Kasepuhan No. 43 Desa Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat.


9. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman dibangun sejak tahun 1678 oleh Pangeran Muhammad Badridin yang bergelar Sultan Anom I, dan hingga kini masih digunakan sebagai tempat tinggal Sultan XII, Raja Muhammad Emirusin.

Di tempat ini ada beberapa benda peninggalan sejarah yang bisa kamu saksikan, mulai dari kereta kencana Paksi Naga Liman yang sangat bersejarah, kereta Jempana yang digunakan oleh Sunan Gunung Jati, serta benda-benda pusaka milik keraton dengan usia yang sudah ratusan tahun.

Lokasi: Jl. Winaon Kampung Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon.


10. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid yang dibangun sekitar tahun 1480 ini konon didesign oleh Sunan Kalijaga yang dibantu Raden Sepat, sorang arsitek dari Kerajaan Majapahit.
Bentuk masjid begitu kental dengan unsur Jawa, dimana pada bagian atapnya berbentuk limasan tanpa adanya menara.

Bangunan ini juga penuh dengan makna filosofi, dimana terdapat 9 pintu sebelum ruangan utama yang diyakini merupakan simbol dari jumlah wali yang ada 9 orang.
Sementara keberadaan pintu yang cukup pendek mengharuskan pengunjung untuk membungkuk ketika melewatinya. Hal ini pun memiliki makna tersendiri dimana siapapun harus menghormati masjid ini sebagai rumah Allah.

Lokasi: Jl. Jagasatu, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon.


11. Keraton Kacirebonan

Plesiran ke Cirebon tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Keraton Kacirebonan.
Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah, keraton yang dibangun oleh Sultan Cirebon I pada tahun 1800 ini menyimpan berbagai macam koleksi benda bersejarah yang menarik untuk dipelajari.

Bangunan keraton pun terlihat artistik dengan paduan gaya tradisional, China dan juga Belanda yang cukup harmonis.
Di tempat bersejarah ini kamu bisa menyaksikan benda-benda bersejarah yang cukup lengkap.  Mulai dari benda-benda pusaka seperti keris, hingga koleksi wayang kulit, peralatan perang, gamelan dll.

Sebagai salah satu tempat yang bersejarah dan identik dengan unsur kebudayaan, Keraton Kacirebonan juga masih melestarikan beberapa tradisi yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam.
Salah satu contoh upacara adat yang masih diselenggarakan adalah Upacara Pajang Jimat.

Lokasi: Jl. Pulasaren, Desa Pekalipan, Kecamatan Pulasaren, Cirebon.


12. Ziarah ke makam Sunan Gunung Jati

Selain menyambangi beberapa destinasi wisata alam, kamu juga bisa sekalian berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
Makam Sunan yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Selain berziarah, kamu bisa menikmati keindahan arsitektur bangunannya yang unik dengan memadukan unsur Jawa, Arab dan juga China secara harmonis.

Lokasi: Jl. Sunan Gunung Jati, Desa Gunung Jati, Kecamatan Astana, Cirebon.


Menikmati waktu liburan di Cirebon tidak hanya terbatas pada beberapa destinasi yang telah disebutkan di atas. Karena masih banyak destinasi wisata Cirebon yang bisa dikunjungi. Yuk wisata ke Cirebon, dijamin pasti seruuuuu

Minggu, 20 Mei 2018

Explore Cirebon #Part 2


Wong Cerbon Jeh !


Explore Cirebon Part 2 kali ini akan membahas tentang wisata kuliner Cirebon, yang pastinya bikin ngiler.......... Lapeeerrrrrrr............
Kuliner khas Cirebon sangat beragam. Sebut saja empal gentong atau nasi jamblang yang sudah terkenal ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Tak salah jika dua makanan khas Cirebon ini cukup mudah untuk didapatkan di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Namun, sebenarnya masih banyak kuliner Cirebon yang tak kalah enak dan juga dengan harga yang murah. Terlebih beberapa kuliner Cirebon sangat unik karena lokasinya yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Perpaduan dua budaya yang berbeda tentu bisa dirasakan lewat kuliner khas Cirebon yang terkenal nikmat.

1. Empal Gentong
Empal gentong dijajakan dengan menggunakan kuali dari tanah liat. Aromanya sangat berbeda karena dipanaskan dengan menggunakan kayu bakar. Potongan daging dengan beberapa jeroan sapi ini direbus dengan bumbu rempah khas di dalam gentong. Setelah meresap, daging dikeluarkan untuk kembali dihidangkan saat ada pesanan. Gurih sedikit pedas rempah adalah rasa umum dari kuah hangat empal gentong khas Cirebon ini. Dengan bawang goreng dan irisan daun kucai sebagai pelengkap hidangannya. Siapa pun yang mencium wangi kuah hangatnya akan tergoda. Terlebih dagingnya yang empuk dengan bumbu yang meresap.



2. Nasi Lengko
Nasi lengko merupakan hidangan dengan bahan nasi hangat diberi potongan tahu, tempe, mentimun cacah, dan tauge rebus. Lalu disiram saus kacang tauco yang khas, membuatnya makin nikmat.
Lengko yang nikmat, menggunakan tahu dan tempe yang tidak terlalu matang kering. Masih kenyal dan dihidangkan selagi panas. Sebagai pelengkap ada irisan daun kucai, kecap, dan taburan bawang goreng. Nasi lengko ini bisa ditemukan dan dicoba di berbagai gerai empal gentong yang banyak tersebar di Cirebon



3. Docang
Docang merupakan makanan khas Cirebon yang juga cukup populer di Bogor, Jawa Barat. Docang hampir mirip-mirip dengan kupat tahu Singaparna, Garut. Isian docang biasanya berupa lontong, tauge, parutan kelapa ditambah dengan daun singkong dan taburan kerupuk. Salah satu ciri khas docang adalah siraman kuah panas, sambal docang dan tempe bungkil atau oncomnya.
Nah, penasaran seperti apa rasanya? Kuliner khas Cirebon ini dijamin memberikan rasa gurih dari kuah, rasa segar dari rempah dan tentu saja rasa pedas yang menantang dari sambalnya. Efeknya bisa bikin meler-meler hilang setelah menikmati docang panas.
Docang bisa disantap sebagai menu sarapan ataupun menu makan siang. Pastinya jangan datang terlambat, karena makanan khas Cirebon yang satu ini memang jadi makanan favorit saat akhir pekan. Harganya sektiar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per porsinya.


4. Empal Asam
Berbeda dengan "kakak"nya empal gentong yang berkuah kuning, dengan menggunakan santan dan rempah, empal asam justru berkuah bening, dengan bahan utamanya kaldu, dan belimbing wuluh.
Berbeda dengan empal gentong, hidangan ini disebut empal asem, yang juga merupakan kuliner khas Cirebon. Rasa asam yang khas dihasilkan dari belimbing wuluh. Menyantapnya dalam kondisi hangat amat menyegarkan, dengan rasa asam yang pas dan enak di mulut.
Empal ini juga sering disebut empal dengan kolesterol rendah. Makanan ini bisa mencobanya di 
berbagai gerai empal gentong besar, seperti di sepanjang Jalan Raya Plered.



5. Nasi Jamblang
Kuliner ini pun tak kalah tenar, karena cukup mudah didapat di Cirebon. Mulai kalangan elit hingga kalangan bawah bisa mencoba nasi jamblang. Nasi ini juga dijual mulai di tenda pinggir jalan hingga di hotel-hotel berbintang, Cirebon.
Tak lengkap rasanya jika wisata ke Cirebon tanpa mencicipi kuliner khas Cirebon yang satu ini. Nasi Jamblang punya ciri khas dengan bungkus daun jati. Berbeda dengan nasi liwet asal Sunda yang dibungkus dengan daun pisang.
Nasi Jamblang awalnya dikenal dari Desa Jampang, Kabupaten Cirebon. Karena unik dan juga murah, nasi jamblang akhinya mulau populer dijajakan di wilayah lain di Cirebon.
Penikmat kuliner biasannya disodorkan dengan beberapa pilihan lauk seperti ikan asin, sate kentang, perkedel, tahu sayur, tempe, aneka pepes, ayam goreng dan lauk yang paling khas seperti tumis cumi hitam dan paru goreng yang renyah dan gurih. Rasanya sudah pasti bakal bikin ketagihan dan bikin nambah.



6. Tahu Gejrot
Dari Mana Asal Nama Tahu Gejrot?
Tahu gejrot rupanya muncul sejak sebelum Indonesia merdeka dan dimulai dari pabrik-pabrik milik warga keturunan China. Kuliner khas Cirebon ini sudah sangat populer di Jakarta. Beberapa pedagang malah menjajakan dengan menggunakan sepeda sambil berkeliling.
Di bagian belakang gerobaknya tersaji tahu-tahu yang sudah digoreng. Cara penyajiannya cukup unik karena biasanya disajikan dengan menggunakan cobek kecil berbahan tanah liat. Pedagangnya biasanya langsung mengulek bumbu kuah tahu gejrot yang memiliki rasa asam, manis, pedas dan sedikit rasa gurih. Tahu pong atau tahu kosong dipotong-potong kecil, lalu dibanjur kuah cuka dengan kombinasi rasa asam manis pedas. Wisatawan bisa mudah mendapatkannya di berbagai sentra oleh-oleh khas Cirebon. Seperti di Plered, sentra batik Trusmi, dan yang lainnya.



waahhhhh gimana, udah laper belum?
Selain kaya akan budaya, Cirebon juga memiliki makanan khas yang beragam dengan citarasa gak kalah dengan makanan hotel bintang lima. Jadi gimana, yakin gak mau mampir ke Cirebon?



Kamis, 10 Mei 2018

Explore Cirebon #Part 1

wong Cerbon Jeh !



Cirebon adalah kota kelahiran saya. Tempat saya tumbuh dan berkembang, pertama kali mengenyam pendidikan, sebelum akhirnya hijarah ke ibukota menempuh pedidikan di tingkat universitas. Cirebon kota dengan sejuta cinta dan cerita.

Cirebon terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, maka tak heran sebagai kota yang letaknya strategis diantara kedua provinsi tersebut, Cirebon sering disinggahi oleh banyak orang yang akan bepergian di kedua provinsi tersebut

Cirebon merupakan salah satu kota yang tidak terlalu besar di Jawa Barat. Luas kota Cirebon hanya 37,54 km2. Cirebon merupakan daerah strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Lokasinya yang ada di wilayah pantai menjadikan Cirebon memiliki wilayah daratan yang lebih luas daripada wiayah perbukitan.



Cirebon juga dikenal dengan sebutan kota udang dan kota wali. Kenapa disebut kota udang? Karena udang adalah salah satu hasil perikanan terbesar di Cirebon. Kemudian kenapa Cirebon disebut kota wali? Karena pada zaman dulu Cirebon menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam oleh salah satu wali songo yaitu Syarif Hidayatullah atau yang kita kenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Selain kota udang dan kota wali, Cirebon juga disebut dengan kota Grage yang artinya dalam bahasa Jawa Cirebon adalah kerajaan yang sangat luas.

Nama Cirebon sendiri berasal dari kata caruban yang dalam bahasa sunda berarti campuran. Nama tersebut merupakan penggambaran Cirebon yang terdiri dari berbagai suku dan budaya yang bercampur menjadi satu. Cirebon terdiri dari campuran suku dan budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan Arab. Inilah alasan kenapa keturunan orang Cirebon biasanya unik-unik, ada yang halus, keras, sipit, pesek, mancung, dll. Kata Cirebon sendiri dapat ditelusuri lewat bahasanya yaitu Ci dan Rebon. Ci dalam bahasa Sunda berarti air, sedangkan rebon dalam bahasa Jawa berarti udang kecil bahan pembuat terasi. 

Walaupun secara administratif Cirebon terletak di Jawa Barat, tapi Cirebon berbeda dari kebanyakan kota lainnya yang ada di Jawa Barat. Biasanya kota lain di Jawa Barat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sunda, sedangkan Cirebon mempunyai bahasa sendiri yaitu bahasa jawa Cerbon. Bahasa jawa cerbon ini berbeda dengan bahasa jawa pada umumnya. Bahasa tersebut digunakan sebagian besar masyarakatnya dalam melakukan komunikasi sehari-hari. Sedangkan sebagian kecil masyarakat lainnya berkomunikasi menggunkan bahasa Sunda, termasuk saya. hal tersebut disebabkan karena daerah tempat saya tinggal yaitu Cirebon Selatan berbatasan langsung dengan Kota Kuningan. Sehingga secara tidak langsung kultur dan bahasa lebih dominan ke arah Sunda. Tapi bukan berarti saya tidak mengerti bahasa jawa cerbon. Tentu saja saya mengerti dan faham ketika ada yang berkomunikasi menggunakan bahasa jawa cerbon, akan tetapi memang untuk pengucapannya sedikit kagok dan kaku. Karena memang dalam keseharian saya menggunakan full bahasa Sunda. Jadi kalau ada yang bertanya saya ini orang Jawa atau Sunda, saya sendiri bingung menjawabnya.

Menurut kalian saya ini orang Jawa atau Sunda? Loh
Hahahaa tolong bantu jawab yaaaa..... 

Di postingan selanjutnya akan membahas lebih lanjut tentang kuliner dan pariwisata apa aja sih yang ada di Cirebon????



Minggu, 29 April 2018

Sedekat Nadi

Hari-hariku belakangan, tampak jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku melupakan segala yang menikam.

Kau tahu, setelah aku tidak bersamamu lagi, aku berusaha untuk hidup tidak lagi dalam ketergantungan terhadapmu. Aku semakin mandiri sekarang. Jika suatu saat nanti kita dipertemukan, tentu kau akan melihat aku yang berbeda, mungkin saja aku juga akan melihat kau yang berbeda pula.

Aku memahami kini kita telah saling dewasa. Sudah bukan saatnya lagi saling menebar benci. Tapi sejujurnya ada saja perasaanku yang mengganjal, mengkel di hati. Sebab hingga saat ini, aku tidak tahu mengapa kita tiba-tiba bisa sejauh ini, padahal kita pernah sedekat nadi.

Sudah lama semenjak mencoret baju seragam putih-abu, kita tak pernah lagi saling bertukar sapa. Sebenarnya jauh sebelum hari kelulusan tiba, kita sudah seperti tak saling mengenal.
Aku yang menjauh karena kau selalu berusaha menghindar. Aku yang mundur karena kau enggan bertahan.

......