Minggu, 29 April 2018

Sedekat Nadi

Hari-hariku belakangan, tampak jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku melupakan segala yang menikam.

Kau tahu, setelah aku tidak bersamamu lagi, aku berusaha untuk hidup tidak lagi dalam ketergantungan terhadapmu. Aku semakin mandiri sekarang. Jika suatu saat nanti kita dipertemukan, tentu kau akan melihat aku yang berbeda, mungkin saja aku juga akan melihat kau yang berbeda pula.

Aku memahami kini kita telah saling dewasa. Sudah bukan saatnya lagi saling menebar benci. Tapi sejujurnya ada saja perasaanku yang mengganjal, mengkel di hati. Sebab hingga saat ini, aku tidak tahu mengapa kita tiba-tiba bisa sejauh ini, padahal kita pernah sedekat nadi.

Sudah lama semenjak mencoret baju seragam putih-abu, kita tak pernah lagi saling bertukar sapa. Sebenarnya jauh sebelum hari kelulusan tiba, kita sudah seperti tak saling mengenal.
Aku yang menjauh karena kau selalu berusaha menghindar. Aku yang mundur karena kau enggan bertahan.

......

Kamis, 19 April 2018

Sedih, Banyak Bahagianya..

Dia, adik bungsu dari mamaku. Aku banyak tau jenis body lotion, dan vitamin kulit darinya. Tidak kemayu, hanya perhatiannya memang berlebih pada penampilan.
Usia kami terpaut tidak terlalu jauh, berbeda 5 tahun menjadikan kami begitu dekat layaknya kakak beradik, teman, bahkan tak jarang kami sering dianggap sebagai pasangan.
Pernah sekali, aku di labrak seorang perempuan yang mengaku sebagai pacarnya. Katanya cemburu, melihatku berboncengan dengannya. Dan ternyataaaaa... hey mba, saya keponakannya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Setelah bapak tidak peduli, dan kakek pergi, dia adalah sosok penyelamat serta pembangkit semangat. Penyambung jalan untukku bisa melanjutkan pendidikan di kampus negeri Rawamangun, yang insyaallah segera tamat.

**
Kini, sosok yang selama ini aku anggap abang, tempat bertukar pikiran mengenai pendidikan, tempatku menggantung harapan, dan tentu saja tempat minta uang jajan.
Nyaris tak percaya, sosoknya yang pecicilan, kini telah mampu mengucapkan akad dan berani meminang seorang wanita yang menjadi pilihan.

Kini prioritasnya telah berubah. Sungguh, aku pasti akan sangat merasa kehilangan. Namun aku percaya, pernikahan ini bukanlah sebuah jurang pemisah, justru akan semakin menguatkan ikatan kita sebagai keluarga.

Selamat berbahagia bersama keluarga baru, semoga pernikahannya sakinah mawaddah warohmah dan membawa berkah berlimpah. Menjadi suami idaman, teladan, seperti yang diharapkan.



Jakarta, 19 April 2018

Minggu, 08 April 2018

Terimakasih, Al

kamu menangis?
Lihat apa yang aku bawa, ini untukmu๐ŸŒน๐Ÿซ
aku tidak suka ada tetesan airmata di pipimu. Maafkan untuk hal sepele kemarin, aku hanya terlalu lelah, sampai tak bisa melihatmu yang sedang menginginkan perhatian itu.

El, maafkan aku. Saat itu ada banyak laporan yang harus aku selesaikan, mendadak jadwal latihanku pun berubah, pikiranku kacau sehingga membuat hal itu terlupakan.

Hey Elisa, ayo bicaralah, katakan sesuatu. Jangan buat aku tambah bingung dengan jurus diammu itu.

**

Aku tidak marah, hanya saja aku pun terlalu lelah sepertimu. Bukankah kau yang memintaku menunggu di sisi bukit kecil itu? berjanji untuk menemuiku di sana. Bukankah begitu Alvaro?

kamu tau?
Aku menunggumu hingga senja datang, namun ia tak lama bersamaku. Senja lebih memilih hilang bersama langit yang menghitam. Seakan berganti tugas, rintik hujan yang kemudian menemaniku.
Al, kau dimana?

Hari ulangtahunku, layaknya senja kau hilang tanpa kabar. terimakasih untuk kejutan besar ini. aku mengerti itu, aku ingin selalu mengerti kamu.

Hey Alvaro, ayo bicaralah, katakan sesuatu. Jangan buat aku tambah bingung dengan jurus diammu itu.

               
*Jakarta, 8 April 2018