Minggu, 29 April 2018

Sedekat Nadi

Hari-hariku belakangan, tampak jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku melupakan segala yang menikam.

Kau tahu, setelah aku tidak bersamamu lagi, aku berusaha untuk hidup tidak lagi dalam ketergantungan terhadapmu. Aku semakin mandiri sekarang. Jika suatu saat nanti kita dipertemukan, tentu kau akan melihat aku yang berbeda, mungkin saja aku juga akan melihat kau yang berbeda pula.

Aku memahami kini kita telah saling dewasa. Sudah bukan saatnya lagi saling menebar benci. Tapi sejujurnya ada saja perasaanku yang mengganjal, mengkel di hati. Sebab hingga saat ini, aku tidak tahu mengapa kita tiba-tiba bisa sejauh ini, padahal kita pernah sedekat nadi.

Sudah lama semenjak mencoret baju seragam putih-abu, kita tak pernah lagi saling bertukar sapa. Sebenarnya jauh sebelum hari kelulusan tiba, kita sudah seperti tak saling mengenal.
Aku yang menjauh karena kau selalu berusaha menghindar. Aku yang mundur karena kau enggan bertahan.

......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar