Sabtu, 30 Juni 2018

Uniknya Masjid Agung Cirebon

Wong Cerbon Jeh! 


Musim liburan belum selesai, salah satu destinasi wisata religi yg wajib banget di kunjungi kalau berkunjung ke Cirebon, yaitu Masjid Agung Cirebon yang dalam kepercayaan orang Cirebon dibangun dalam semalam.

Banyak kisah masjid agung di Indonesia yang konon dibangun dalam semalam. Namun Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon, mungkin memang dibangun dalam semalam. Lihat saja langsung, siapa tahu Anda pun percaya.

Sejarah mencatat, masjid ini dibangun pada tahun 1489. Arsitekturnya mirip dengan Masjid Agung Demak. Maklum saja, Cirebon memang salah satu kota wali dan pusat penyebaran agama Islam.

Masjid Agung Kasepuhan, itulah nama lain masjid ini karena dekat dengan Keraton Kasepuhan. Sore itu yang berangin membuat suasana di masjid semakin nyaman. Masjid agung ini memiliki banyak keunikan. Masjid ini dibangun tanpa menara, beratap limas dan tanpa hiasan di ujungnya, entah itu bulan sabit atau hiasan atap khas Jawa yang disebut memolo. Konon, hiasan di atap Masjid Agung Kasepuhan berpindah ke atap Masjid Agung Banten.

Setelah masuk dari gerbang, wisatawan bisa melihat masjid ini memiliki bangunan utama dari bata dan berdinding merah, dengan perluasan teras ke segala sisinya. Atap di bagian pelataran dibuat cukup rendah seperti rumah Joglo. Ada tempat berwudhu tradisional berupa bak bulat dan kendi besar berisi air.

Fitur unik masjid ini adalah pintu masuk ke bangunan utamanya yang teramat kecil. Orang dewasa harus membungkuk masuk. Rupanya, pintu ini mengandung filosofi penghormatan (membungkuk) untuk masuk ke masjid yang menjadi rumah Allah.

Di dalam ruangan utama banyak tiang-tiang kayu yang ditopang dengan konstruksi besi modern sebagai upaya konservasi bangunan bersejarah. Di atas dinding bata, berjejerlah kaligrafi lukisan kaca dengan aneka ayat-ayat Al Quran. Lukisan kaca memang salah satu seni lukis khas Cirebon.

Mimbar salat Jumat berupa singgasana kayu yang antik. Tempat imam salat berupa batu putih dengan ornamen bunga teratai, dekorasinya seperti akulturasi dengan budaya Hindu. Pada saf pertama dan saf terakhir masing-masing memiliki sekat berdinding kayu berukuran 2x2 meter untuk tempat salat keluarga keraton.

Yang paling menakjubkan dari masjid ini adalah kisah pembangunannya yang hanya memakan waktu semalam. Semua warga Cirebon mengenal kisah ini dan tertuang pula dalam buku sejarah Babad Tanah Cirebon. Sunan Kalijaga yang menjadi arsiteknya memimpin pembangunan masjid sejak maghrib sampai subuh datang menjelang.

Mustahil? Tidak juga. Jika melihat sejarahnya, yang pertama dibangun adalah bangunan utamanya dengan tiang-tiang besar yang disetel dengan pasak, tanpa paku.

Satu lagi keunikan masjid ini adalah tradisi Adzan Pitu atau Adzan Tujuh pada Salat Jumat. Adzan Salat Jumat di masjid ini dilantunkan oleh tujuh orang sekaligus. Jangan lewatkan adzan keren ini, kalau berwisata ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa!
Sekalian mampir ke rumah juga boleh 😄

Tidak ada komentar:

Posting Komentar